PATTIRO Banten - Program Katalis Desa Cikasungka

PATTIRO Banten melalui Program KATALIS (Peningkatan Akses Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak bagi Masyarakat Miskin di Perkotaan dan Perdesaan di Banten) yang didukung oleh Merck Family Foundation melaksanakan kegiatan Sosialisasi Program, Identifikasi DIM (Daftar Identifikasi Masalah) dan Pembentukan Komunitas KIA (Komunitas Ibu dan Anak) di Kantor Desa Cikasungka, Kec. Solear, Kab. Tangerang, pada tanggal 19 Juli 2023.

Pertemuan ini bertujuan untuk menjelaskan dan memberikan kerangka program KIA, menetapkan tujuan bersama dalam program, serta mengarahkan desa intervensi dalam menjalankan program secara bersama-sama. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Field Officer MFF dari FOPKIA Kab. Tangerang, Ahmad Aziz Faozi,  Staff Desa Cikasungka, serta Program Manager, Amin Rohani.

Pertemuan dimulai dengan pembukaan yang dipandu oleh Field Officer MFF, Ahmad Aziz Faozi. Beliau memaparkan bahwa ada beberapa desa di Kabupaten Tangerang yang menjadi lokus Open Defecation Free (ODF) atau perilaku buang air besar sembarangan termasuk salah satu contoh perilaku yang kurang baik dalam merusak lingkungan baik di sungai, semak-semak, ataupun area terbuka lainnya. 

Salah satunya Desa Cikasungka Kecamatan Solear yang memiliki 300 rumah tidak memiliki jamban atau sanitasi yang baik, hal ini tentu menjadi masalah yang berhubungan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang keterkaitannya dengan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) pada lingkungan itu sendiri. 

Penyebab tingginya angka kematian ibu dan anak serta stunting antara lain kurangnya pengetahuan tentang pentingnya gizi ibu, kurangnya akses terhadap layanan kesehatan seperti Posyandu, pola makan yang kurang gizi, dan lingkungan yang tidak sehat. Lingkungan menjadi salah satu penyebab buruknya kesehatan masyarakat, terutama kualitas ibu dan anak. Buang air besar sembarangan masih dilakukan di beberapa daerah di Banten.

See also  Program Katalis PATTIRO Banten di Desa Talaga

Kehadiran sanitasi di tengah masyarakat merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan lingkungan yang sehat dan bermanfaat. Sanitasi lingkungan merupakan penyebab tidak langsung dari status gizi balita. Sanitasi. Sanitasi lingkungan yang buruk dapat menimbulkan penyakit diare, yang nantinya dapat menimbulkan infeksi dan menyebabkan gizi buruk. Lingkungan yang sehat dapat diciptakan dengan menyediakan infrastruktur dasar seperti penyediaan air bersih dan sanitasi di masyarakat.

Pemaparan materi terkait program KATALIS (Peningkatan Akses Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak Bagi Masyarakat Miskin Perkotaan dan Perdesaan) menjelaskan tujuan dari program ini yaitu :

  1. Memperkuat kelompok masyarakat peduli Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Desa Cikasungka.
  2. Edukasi melalui berbagai media kepada masyarakat miskin perkotaan dan perdesaan dalam mendapatkan pengetahuan mengenai Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) serta stunting.
  3. Kelompok miskin perkotaan dan perdesaan mendapatkan akses terhadap sanitasi dan air bersih, serta menciptakan lingkungan sehat dan bermanfaat. 
  4. Pemerintah daerah terutama penyedia layanan kesehatan dasar (Puskesmas) dan Bidan Desa untuk meningkatkan pelayanan dalam upaya menurunkan kematian ibu dan anak serta stunting.

Dari penjelasan di atas harapannya semua stakeholder ikut berperan aktif guna isu pentingnya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) menjadi isu bersama dalam menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Stunting yang berada di Desa Cikasungka.

Berikut adalah hasil daftar inventaris masalah DIM dari forum dengar pendapat para peserta: 

  1. PMT (Pemberian Makanan Tambahan) yang masih tidak sesuai dengan kebutuhan pemenuhan nutrisi ataupun gizi bagi keluarga beresiko Stunting seperti : kacang ijo, susu kotak, makanan bayi instan, biskuit bayi (sun)
  2. Pemberian PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dilakukan satu kali dalam satu tahun, hal ini bertolak belakang dengan standarisasi pemberian satu bulan satu kali, dengan kata lain dalam 1 Tahun ada 12 kali pemberian PMT yang berikan kepada masyarakat yang berstatus KRS (Keluarag Resiko Stunting)
  3. Kurangnya antusias masyarakat untuk datang ke Posyandu di desa Cikasungka
  4. Masih banyaknya rumah yang belum memiliki jamban atau sanitasi yang baik
  5. Banyaknya masyarakat yang memiliki BPJS namun tidak aktif
  6. Masih banyaknya masyarakat yang tidak memilik identitas diri (KTP)
  7. Masih adanya proses persalinan yang melahirkan di dukun paraji
See also  Sosialisasi Pentingnya Jaminan Kesehatan bagi Ibu Hamil di Desa Talaga

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.