Pagar DPRD Banten_Titik Nol

Pusat Riset dan Informasi Regional (PATTIRO) Banten menilai pembangunan pagar DPRD Banten yang menghabiskan anggaran Rp2 miliar jauh dari kesejahteraan rakyat.

Apalagi pembangunan fisik di DPRD Banten bukan hanya pagar, saat ini sedang ada renovasi atau pemeliharan pembangunan landscape dengan anggaran Rp1.782.530.000.

Anggota PATTIRO Banten, Martina menilai pembangunan pagar dengan harga Rp2 miliar dan taman landscap Rp1,7 miliar tidak selaras dan tidak ada manfaat yang dirasakan oleh rakyat.

“Menurut saya pagar dan taman landscap yang mencapai miliaran sangat tidak selaras sekali. Apalagi yang kita ketahui, merenovasi pagar dan taman landscap tidak ada manfaat yang dirasakan oleh rakyat hanya mendapat keindahan semata saja,” katanya, Rabu (6/9/2023).

Menurutnya, sebenarnya secara teknis tidak masalah DPRD Banten merenovasi bangunan dengan karakter Banten Surosoan tempo lalu.

Namun dari pemanfaatannya, perlu dipertimbangkan pada dampak langsung pada masyarakat. Ditambah, pagar yang awal dinilai masih layak.

“Pembangunannya renovasi pagar perlu ada tujuannya dan manfaatnya, toh pagar yang lalu masih bagus, perlu ada landasan kenapa perlu di renovasi, memangnya masyarakat menikmati langsung manfaat dari pagar dan tamannya? Tentu saja tidak kan, karena apa yang dibangun bukan tempat publik yang bisa diakses oleh siapapun,” jelasnya.

Ia menjelaskan, bangunan fisik akan dirasakan masyarakat langsung apabila untuk pelayanan publik, seperti akses jalan, bangunan sekolah, dan pelayanan kesehatan.

“Menurut saya dana miliaran tersebut dari pada digunakan untuk renovasi pagar dan taman, lebih baik dialokasikan untuk pelayanan publik lain, khususnya bagi daerah terpencil yang dimana akses yang mereka rasakan sangat minim, seperti akses jalan, bangunan sekolah, dan pelayanan kesehatan lainnya,” jelasnya.

Sehingga masyarakat daerah terpencil merasakan keberpihakan pemerintah karena merasakan manfaat pembangunan.

See also  Tantangan Pembangunan Kota Serang

“Menurut saya pemerintah perlu memprioritaskan dana yang akan dipakai. Selain itu, dana yang digunakan apakah ada manfaatnya untuk masyarakat atau tidak, ada kesejahteraannya untuk masyarakat atau tidak,” tegasnya.

Sumber : Titik Nol

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.