PATTIRO Bersama YAPPIKA-ActionAid Menyalurkan APD Ke Sekolah Dampingan.

Cash For Work– Kasus penyebaran wabah Covid-19 di Indonesia kian hari semakin mengkhawatirkan, terutama di provinsi Banten. Berdasarkan data yang diperoleh dari situs resmi pemerintah daerah provinsi Banten, dalam kurun waktu satu minggu terakhir ini jumlah kasus terkonfirmasi mengalami peningkatan yang cukup signifikan yakni sebesar 12,74 persen menjadi 6.167 orang dari yang sebelumnya sebanyak 5.470 orang terkonfirmasi positif Covid-19 ( data diambil per tanggal 29 September-5 Oktober 2020).

Maka atas hal tersebut PATTIRO Banten dan PATTIRO Serang bekerjasama dengan YAPPIKA-ActionAid dan juga Kitabisa.com menyalurkan APD (alat pelindung diri) sebanyak 16.800 masker ke sekolah dampingan yang ada di kabupaten Pandeglang dan juga kabupaten Serang.

Kegiatan pendistribusian bantuan APD tersebut berlangsung selama tiga hari berturut-turut sejak tanggal 28 sampai dengan 30 September 2020 dan di salurkan langsung ke sekolah dampingan seperti SD Negeri Bantarpanjang dan SD Negeri Inpress di kecamatan Cikeusal, SD Negeri Sampang dan SD Negeri Kedawung di kecamatan Tirtayasa, SD Negeri Terasbendung di kecamatan Lebakwangi, SD Negeri Pasauran 1 dan SD Negeri Pasauran 2 di kecamatan Cinangka dan sekolah dampingan lainnya yang ada di kabupaten Serang.

Sebelumnya pada Rabu (16/9) masker telah lebih dahulu didistribusikan ke sekolah dampingan yang ada di kecamatan Sumur, kabupaten Pandeglang seperti ke SD Negeri Sumberjaya 1 dan SD Negeri Taman Jaya dan diterima langsung oleh kepala sekolah di masing-masing sekolah tersebut.

Salah seorang anggota komunitas sekolah SD Negeri Sumberjaya 1 sebagai penerima manfaat pendistribusian APD oleh PATTIRO dan YAPPIKA-ActionAid | Dokumentasi: PATTIRO Banten

Titin Mulyani selaku program officer dalam program tersebut menjelaskan bahwa alasan sekolah menjadi sasaran pendistribusian APD lantaran anak-anak tergolong ke dalam kelompok rentan yang perlu dilindungi terlebih dahulu, namun bukan berarti mengesampingkan kelompok yang lain.

“Kenapa sekolah yang menjadi sasaran penerima manfaat dari pendistribusian APD ini? karena anak-anak merupakan salah satu dari kelompok rentan yang perlu dilindungi terlebih dahulu. Bukan berarti mengesampingkan kelompok rentan lainnya, karena disamping siswa yang menerima, gurupun menerima masker ini beserta komunitas yang terlibat di sekolah,” ujarnya.

Hal senadapun juga disampaikan oleh Angga Andrias selaku Direktur Eksekutif PATTIRO Banten. Angga berharap bahwa warga sekolah dapat dengan aman dan selamat selama kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka berlangsung selama pandemi ini.

“Siswa dan guru merupakan kelompok paling rentan ketika pembelajaran tata muka dimulai saat pandemi dan kami ingin memastikan warga sekolah dapat aman dan selamat sesuai dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Perlu untuk diketahui bahwa masker yang disalurkan merupakan hasil karya kelompok usaha perempuan dampingan PATTIRO dan YAPPIKA-ActionAid yang ada di kecamatan Sumur, Pandeglang dalam program Cash For Work yang juga merupakan program lanjutan dari program ERR Phase II (emergency respons and recovery) pasca tsunami Selat Sunda.

Angga berharap melalui program Cash For Work kelompok perempuan penyintas tsunami Selat Sunda dapat lebih terberdayakan dan berkembang dalam menjalankan usahanya pasca dua tahun tsunami Selat Sunda.

“Harapannya kelompok perempuan yang memproduksi masker ini dapat berlanjut usahanya dan berkembang dan warga sekolah telah mendapatkan masker juga tetap aman dan selamat dari pandemi,” tandasnya.