Dan terkait dengan usulan relokasi sekolah yang berada di zona merah rawan bencana khususnya sekolah yang ada di desa Sumberjaya, Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang akan segera survei lapangan agar proses relokasi bisa segera dilakukan.

Sutoto selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang, sewaktu memberikan masukan dalam forum Dialog Kebijakan Publik terkait relokasi sekolah | Dokumentasi: PATTIRO Banten

“Jadi kita akan segera coba check nanti lokasinya dimana ya, nanti dengan pak camat dan kepala desa di lokasi. Semoga tidak terlalu lama, akan kita coba check lapangan. Untuk segera lalukan pembangunan. Karena mau tidak mau harus kita evakuasi, minimal tidak terlalu dekat dengan pantai, ya,” tandasnya.

Sedangkan terkait dengan pemulihan ekonomi pasca tsunami, Asep Munawar selaku Kasi Pengembangan Ekonomi Usaha Masyarakat dari DPMPD kabupaten Pandeglang menjelaskan bahwa desa lewat BUMDes nya dapat memberikan bantuan permodalan guna membantu pemulihan ekonomi masyarakat sekitar.

“Kalau ada kegiatan ekonomi, desa bisa mengalokasikan anggaran ekonomi melalui badan usaha milik desa. Nah itulah pintu masuknya. Ketika ada anggaran dimasukkan ke desa, maka ibu-ibu memasukkan usulan ke desa agar ada kegiatan ekonomi di desa bisa kerjasama dengan desa,” ujarnya.

Baca juga: PATTIRO Banten dan YAPPIKA-ActionAid Menyalurkan Bantuan Penanggulangan Covid-19 Di Dua Wilayah Dampingan

Lalu di Dinas Sosial, Marfuah menjelaskan bahwasannya di dalam FDS (family development session) program PKH belum dimasukkannya kurikulum terkait PRB di dalamnya. Namun terkait dengan usulan kurikulum PRB, dirinya menjelaskan bahwa usulan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan kedepan nya, yang kemudian dapat diaplikasikan untuk keluarga yang tinggal di kawasan rawan bencana.

“Di FDS (family development session) memang belum ada dalam kurikulum nya itu tentang PRB, adanya tentang gizi, kesehatan dan lansia, difabilitas. Dan mungkin, bisa diusulkan untuk daerah-daerah yang rawan bencana, begitu,” ujarnya.

Terkait dengan kejelasan pembangunan Huntap (hunian tetap), Usep dari BPBD memberikan keterangan terkait hal tersebut. Dirinya menjelaskan bahwa di beberapa daerah seperti di Carita dan Labuan sudah masuk dalam proses perataan lahan untuk pembangunan Huntap, dan rencananya untuk kecamatan Sumur akan segera menyusul.

“Terkait yang lagi digarap huntara ke huntap, mungkin ada sebagian di kecamatan Carita dan Labuan lagi perataan lahan. Mungkin nanti action ke wilayah Sumur yang terdampak, dan itupun akan segera,” katanya

Selain itu mengenai pemulihan ekonomi pasca tsunami Selat Sunda, BNPB yang bekerjasama dengan akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa telah melakukan perencanaan terkait hal tersebut. Dirinya menjelaskan bahwa BNPB telah melakukan kajian terhadap wilayah pesisir Selat Sunda yang terdampak seperti di Carita, Labuan hingga Sumur terkait potensi wilayah yang bisa dimanfaatkan sebagai pemulihan ekonomi pasca tsunami Selat Sunda.

“Terkait geliat terdampak pasca tsunami untuk masyarakat dari mulai Carita, Labuan, Panimbang sampai ke Sumur sana, BNPB berkolaborasi dengan akademisi dari Untirta dan ini sudah hampir empat bulan terkait pengembangan ekonomi,” tandasnya.

Rekomendasi yang telah diusulkan dalam pertemuan tersebut kemudian rencananya akan diserahkan kepada pemerintah kabupaten Pandeglang guna menjadi bahan perencanaan penganggaran dan pembangunan di tahun selanjutnya yang berorientasi pada kesigapsiagaan dan mitigasi bencana serta pemulihan ekonomi pasca tsunami Selat Sunda yang terjadi pada 2018 silam.