PATTIRO Banten Bersama YAPPIKA-ActionAid Mengadakan Pelatihan Jurnalisme Warga

ERR Program– Sebagai bentuk peningkatan kapasitas warga dampingan dalam hal kepenulisan berita, PATTIRO Banten bekerjasama dengan YAPPIKA-ActionAid dalam program ERR Banten (emergency response and recovery) mengadakan pelatihan Jurnalisme Warga pada Minggu (21/6).

Acara tersebut diselenggarakan di dua desa berdampingan yakni desa Sumberjaya dan Tamanjaya, kecamatan Sumur, Pandeglang-Baten. Dengan Panji Bahari Noor selaku wartawan senior Bantenpos sebagai pemateri.

Warga Sumberjaya begitu antusias memperhatikan materi yang diberikan kepada mereka | Dokumentasi: PATTIRO Banten

Masyarakat dampingan diberikan pelatihan materi seputar membuat berita yang baik dan benar sesuai dengan kaidah jurnalistik yang berlaku.

Titin Mulayani selaku Program Officer dalam Program ERR mengungkapkan bahwasannya kegiatan ini diadakan bertujuan selain mengasah kemampuan dalam kepenulisan berita, juga agar komunitas perempuan khususnya dapat menemukenali peranan perempuan di masyarakat dalam hal penyampaian informasi dan aspirasi di muka publik.

“Goal point dari kegiatan tersebut adalah agar masyarakat khususnya komunitas perempuan mampu mengidentifikasi atau menemukenali kemampuan untuk menyampaikan aspirasi kaum perempuan ke publik serta memberikan kontribusi terkait informasi potensi yang dimiliki desa ke publik,” ujarnya.

Peserta Tamanjaya tengah menganalisa berita dalam surat kabar Bantenpos | Dokumentasi: PATTIRO Banten

Hal yang senada pun juga diutarakan oleh Kepala Desa Tamanjaya, Ade Sutonih. Dirinya mengungkapkan bahwa kecamatan Sumur khususnya desa Tamanjaya merupakan daerah yang kaya akan potensi pariwisata. Harapannya dengan kemampuan kepenulisan tersebut dapat digunakan sebagai ajang promosi wisata melalui media yang kemudian dapat meningkatkan taraf ekonomi warganya. Mengingat daerah Sumberjaya dan Tamanjaya merupakan kawasan terdampak langsung bencana Tsunami Selat Sunda yang terjadi pada 2018 silam.

“Desa Tamanjaya mempunyai potensi pariwisata yang luar biasa indah. Mulai dari curug, air panas sampai bahari yang dahulu terkenal dengan konservasi terumbu karangnya. Maka saya mengajak organisasi pelaksana ERR Banten untuk memberikan pelatihan kepada warganya agar kita sama-sama bisa mengangkat kembali pariwisata melalui media,” katanya seusai acara.

Sementara itu, Syarif Hidayat yang merupakan CO (community orginizer) dalam Program ERR berharap warga dampingan dapat teredukasi dan tahu bagaimana caranya membuat berita secara bijak.

“Harapannya warga teredukasi tentang manfaat jurnalisme, dapat menggunakan secara bijak serta mendorong publikasi potensi pariwisata sehingga dapat meningkatkan perekonomian desa,” tandasnya.