ERR Program Fase II

Pada 22 Desember 2018 (21.00), Gelombang Tsunami menerjang Pesisir Pantai di sekitar Selat Sunda yang berdampak pada beberapa daerah di Provinsi Banten dan Provinsi Lampung Selatan.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gelombang pasang disebabkan oleh letusan Gunung Anak Krakatau. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tsunami ini yang menyebabkan 429 orang meninggal, 154 orang hilang, 1,485 orang terluka, 16,082 IDP, dan 882 unit rumah rusak.

PATTIRO Banten bersama dengan YAPPIKA-ActionAid melakukan tindakan Emergency Response melalui 2 fase.

Fase pertama ialah langkah emergency yang dilakukan dengan penyaluran bantuan kebutuhan dasar antara lain berupa bahan makanan, kebutuhan pokok dan peralatan penunjang kegiatan sehari-hari.

Pada fase ini, PATTIRO Banten membantu masyarakat di 2 daerah yaitu Kabupaten, Serang dan Pandeglang, yang mencakup 5 posko pengungsian yaitu: (1) SDN Kopi, Posko Desa Kertajaya (Kecamatan Sumur); (2) Posko Kelapa Dua Desa Angsana (Kecamatan Panimbang); (3) Posko Citereup Desa Labuan (Kecamatan Labuan); (4) Posko Gedung PGRI Mancak (Kecamatan Anyer); dan (5) Posko Pasauran, Kecamatan Cinangka. Fase pertama berkahir pada bulan april 2019.

Banyak sekali catatan selama respon fase pertama ini, melihat perkembangan penanganan penyintas serta besarnya dampak yang ditimbulkan oleh tsunami tidak akan selesai hanya di tangani pada waktu yang singkat terutama pemulihan kondisi psikologis dan perekonomian yang hancur lebur di sapu gelombang.

Hal ini kemudian membuat kedua lembaga tersebut melanjutkan intervensi fase kedua dengan harapan dapat terus mendampingi penyintas bangkit perlahan bersama-sama.

Fokus intervensi program pada fase kedua inilah status darurat (emergency) berubah menjadi pemulihan (recovery) penyintas tsunami Banten dengan cara meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap resiko bencana.

Tidak hanya itu para perempuan pun diberikan edukasi dan pemberdayaan di bidang ekonomi dan perlindungan perempuan.

Program emergency pada fase kedua ini terdiri dari program pengurangan resiko bencana berbasis sekolah dan komunitas, pemberdayaan perempuan dalam bidang ekonomi dengan menciptakan wirausaha perempuan, serta edukasi ketangguhan perempuan untuk turut aktif berkecimpung dalam setiap pengambilan kebijakan lokal serta perlindungan bagi dirinya sendiri.

PATTIRO Banten dan YAPPIKA-ActionAid sebagai organisasi penyelenggaran pendampingan berharap melalui program di fase kedua ini masyarakat yang ada di daerah rawan bencana dapat mengadaptasi resiko bencana serta memiliki wawasan pencegahan, serta dapat mengorganisir sumberdaya lokal yang ada, agar masyarakat siap menghadapi bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi kembali.


Kontributor         : Syarif Hidayat

Editor dan Layout : Siti Kholisoh Ahyani dan Taufiq Solehudin